banner 160x600
banner 160x600
banner 970x250

Ini dia Sejarah dan 19 Versi Android Yang Wajib Kamu Ketahui

  • Bagikan
Ini dia Sejarah dan 19 Versi Android Yang Wajib Kamu Ketahui
banner 468x60

BeriTanda.ID – Dengan semakin banyaknya versi Android di zaman yang serba digital seperti sekarang ini, siapa yang tidak mengenal Android. Nah, pernahkah kamu penasaran awal mula tentang sejarah Android bisa sampai seperti sekarang ini? Yaps! Saat ini Android menjadi salah satu sistem operasi yang banyak digunakan pada Smartphone kamu.

Pada tahun 2013, Android mampu menguasai lingkungan pasar Smartphone secara global. Dari keberhasilan tersebut membuat sistem operasi Android ini menjadi target dari perang telepon pintar antara perusahan-perusahaan teknologi. Di mana pada tahun 2013 Android telah diaktifkan sebanyak 900 juta perangkat di penjuru dunia dan sekitar 48 miliar software atau aplikasi terpasang pada Google Play.

banner 336x280

Dari keberhasilan tersebut, pernahkah kamu kepikiran tentang proses terbentuknya Android? Lalu, tahukah kamu bahwa pada awalnya Android bukanlah kepemilikan dari Google? Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak dalam ulasan berikut ini.

 

Sejarah Android

Sebelum dibeli oleh Google, pada awalnya Android didirikan oleh Andy Rubin bersama dengan rekan-rekannya Rich Miner, Nick Sears dan Chris White. Di mana pada saat itu masih berada pada naungan Android Inc yang didirikan pada bulan Oktober 2003 di Palo Alto, California, Amerika Serikat.

Pada mulanya tujuan dari Android bukanlah untuk membuat sebuah ponsel pintar, melainkan untuk kamera digital. Namun, setelah melihat peluang perkembangan perangkat seluler lebih besar pada akhirnya Android malah menyaingi Symbian serta Windows Mobile yang pada saat itu menjadi pemeran utama.

Kemudian padat tahun 2005, tepatnya pada 17 Agustus 2005 Google secara resmi telah membeli dan memberi dukungan kepada Android serta menjadikan Android sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Google. Namun, sampai pada penghujung tahun 2006, Android menghilang sampai pada tanggal 22 Oktober 2008 Android secara resmi meluncurkan ponsel komersial pertama berbasis Android dengan nama HTC Dream.

Versi Android HTC Dream

Sejak peluncurannya tersebut, Android secara perlahan mulai melakukan berbagai perkembangan dan pembaharuan untuk meningkatkan kinerja sistem operasi tersebut. Sampai berselang dua tahun setelah perilisan Google kembali mengeluarkan seri smartphone Nexus One yang pembuatanya ikut dibantu oleh HTC.

Dari situlah kemudian mulai bermunculan berbagai brand yang berbeda seperti Asus, Lenovo, LG, Samsung dan lain sebagainya. Hingga sedikitnya ada 1 miliar perangkat dengan sistem operasi Android telah diaktifkan pada tahun 2013.

 

Versi-versi Android

Dalam pemberian nama pada setiap versi Android, Google menggunakan nama-nama yang menarik. Dari awal pertama kali rilis secara komersil, Android selalu memilih nama yang berkaitan dengan makanan manis serta sesuai dengan urutan abjad di setiap versinya. Mari kita simak urutan perkembangan dari versi-versi Android berikut ini.

 

#1. Android 1.0 Astro (Alpha)

Android Alpha pertama kali rilis pada September 2008, namun pada versi pertamanya ini belum ditujukan untuk kebutuhan komersil. Pada versi pertamanya Android sudah dilengkapi dengan aplikasi web browser, Youtube, pemutar media, Maps, dan aplikasi yang tersinkron dengan Google.

 

#2. Android 1.1 Bender (Beta)

Android Beta hadir beberapa bulan setelah Alpha yaitu pada tanggal 9 Februari 2009. Versi kedua ini sama seperti pendahulunya, yakni belum tersedia secara komersil. Pembaharuan ini dilakukan untuk memperbaiki bugs dari versi sebelumnya.

 

#3. Android 1.5 (Cupcake)

Android Cupcake dirilis pada tanggal 30 April 2009 dan merupakan versi pertama yang diperkenalkan secara komersil. Selain dirilis secara komersil, berawal dari Cupcake selanjutnya mulai menggunakan nama-nama makanan manis kepada versi Android selanjutnya.

 

#4. Android 1.6 (Donut)

Android Donut dirilis pada tanggal 15 September 2009 hadir dengan fitur seperti persentase daya baterai, dukungan gestur, serta fasilitas pencarian pada Play Store.

 

#5. Android 2.0 (Éclair)

Android Eclair dirilis sebulan setelah perilisan versi sebelumnya yakni pada tanggal 26 Oktober 2009. Dengan versi Eclair, Android melakukan pembaharuan untuk memperbaiki bug serta memperkaya fitur-fiturnya. Seperti multi touch, live wallpaper dengan perubahan tampilan antar muka serta sudah didukung dengan browser untuk HTML5.

 

#6. Android 2.2 (Froyo-Frozen Yoghurt)

Belum sampai setelah perilisan Android Eclair, Google kembali merilis versi Android terbarunya, yakni Android Froyo yang dirilis pada tanggal 20 Mei 2010. Versi ini adalah versi awal mula Android mulai dikenal oleh vendor-vendor ponsel. Pada pembaharuannya Froyo membawa fitur unggulan seperti USB tethering dan hotspot WiFi serta dukungan animasi GIF pada browser.

 

#7. Android 2.3 (Gingerbread)

Dengan dirilisnya Gingerbread pada tanggal 6 Desember 2010, Android sudah menjadi sistem operasi ponsel yang cukup populer. Ditambah dengan kerjasamanya dengan Samsung dalam membuat produk Samsung Galaxy menjadikan Android semakin populer. Pada versi ini Gingerbread sudah dilengkapi dengan fitur NFC, copy paste serta dukungan beberapa sensor.

 

#8. Android 3.0 (Honeycomb)

Versi Android Honeycomb rilis pada tanggal 22 Februari 2011, dan merupakan versi Android yang dikhususkan untuk perangkat tablet PC. Karena dikhususkan untuk perangkat tablet, versi Honeycomb membawa fitur yang ditujukan untuk komputasi bisnis. Selain itu juga sudah didukung dengan prosesor multi core, obrolan video melalui Google Talk serta fitur multitasking recent apps.

 

#9. Android 4.0 (Ice Cream Sandwich)

Android Ice Cream Sandwich dirilis pada tanggal 19 Oktober 2011 dengan membawa fitur pendahulunya, Ice Cream Sandwich dapat berjalan pada smartphone yang sebelumnya hanya dikhususkan untuk tablet PC.

 

#10. Android 4.1 (Jelly Bean)

Versi Android Jelly Bean mulai diperkenalkan pada tanggal 27 Juni 2012. Pada versi ini Android lebih fokus dalam meningkatkan performa tampilan antarmuka. Seperti fitur keyboard yang sudah bisa dikustomisasi serta dukungan gesture pada keyboard. Selain itu pada Jelly Bean juga memiliki UI yang lebih smooth, dukungan tampilan nirkabel, serta widget yang dapat diatur.

 

#11. Android 4.4 (KitKat)

Versi Android KitKat diresmikan pada tanggal 31 Oktober 2013. Di mana pada versi ini Android mengoptimalkan serta memberikan fitur yang lebih baik. Pada versi ini, KitKat sudah memiliki fitur WebVies yang berbasis Chromium serta pengoptimalan kinerja pada perangkat dengan spesifikasi rendah.

 

#12. Android 5.0 (Lollipop)

Android Lollipop rilis pertama kali pada tanggal 25 Juni 2014. Pada versi ini Android tidak hanya menjadi sistem operasi untuk smartphone, namun sudah dapat dinikmati pada perangkat lain seperti Android TV atau Google Fit. Sedangkan untuk tampilan, Lolipop menggunakan user interface yang mengikuti desain Google. Dengan material design dan penambahan fitur factory reset protection untuk mengantisipasi smartphone tidak di reset saat hilang.

 

#13. Android 6.0 (Marshmallow)

Android Marshmallow diperkenalkan pada tanggal 5 Mei 2015, dengan membawa fitur sensor sidik jari untuk dapat mengakses smartphone. Serta sudah didukungnya fasilitas untuk menjalankan beberapa aplikasi dengan dukungan multi window, dukungan platform virtual reality, dan kemampuan dalam menghemat bandwith pada mode data saver.

 

#14. Android 7.0 (Nougat)

19 Oktober 2016 menjadi awal dirilisnya Android Nougat dengan berfokus pada peningkatan performa user interface serta penggunaan aplikasi secara bersamaan dengan multi window. Selain itu Nougat juga menambahkan dukungan mode malam dan cahaya malam, serta keyboard default yang bisa digunakan untuk mengirim animasi GIF secara langsung. Ditambah pula dukungan panggilan multi-endpoint.

 

#15. Android 8.0 (Oreo)

Diperkenalkan pada Agustus 2017 Android Oreo membawa user interface dengan lebih simpel dan mudah untuk menggunakan aplikasi. Dengan ditambahnya fitur Autofill Android Oreo memberikan kemudahan kita dalam mengisi formulir serta tak ketinggalan Oreo juga memberi pengoptimalan booting yang lebih cepat.

 

#16. Android 9.0 (Pie)

Android Pie dipilih sebagai Android selanjutnya dirilis pada bulan Agustus 2018 dengan membawa fitur kemampuan AI atau kecerdasan buatan. Dengan fitur ini membuat smartphone dengan versi Android 9.0 dapat menganalisa serta mempelajari poa pemakaian dalam menggunakan smartphone secara otomatis.

 

#17. Android 10

Dirilis pada tanggal 13 Maret 2019 bersama dengan memperingati pencapaian satu dekade Android secara komersil, Android 10 mengakhiri pola penamaan versi dengan nama-nama makanan manis. Pada versi Android 10 ini lebih fokus pada penyempurnaan mode malah atau gelap dan juga meningkatkan fitur sound amplifier dalam memaksimalkan kualitas audio.

 

#18. Android 11

Versi Android 11 pertama kali rilis pada tangga 8 September 2020. Pada versi ini Android 11 juga memaksimalkan keamanan serta menambahkan beberapa aplikasi seperti screen recorder, picture-in-picture, atau mengambil screenshot panjang.

 

#19. Android 12

Google meluncurkan Android 12 pada tanggal 18 Mei 2021 dengan menawarkan berbagai fitur menarik yang belum pernah ada pada versi-versi sebelumnya. Salah satunya seperti perubahan desain Material You yang dapat dengan mudah mengkostumisasi smartphone. Selain itu tidak lupa pada Android 12 juga meningkatkan fitur privasi serta mode satu tangan.

 

Akhir Kata …

Demikian ulasan kita tentang sejarah Android beserta jenis-jenis versinya. Dengan begitu selain tahu asal-usul Android kita setidaknya juga tahu versi-versi Android yang pada saat ini terdapat 19 versi.
Cukup Sekian dan Semoga Bermanfaat.

 

Sumber:
https://dailysocial.id/ (di akses pada 20/09/2021)
https://dicoding.com/ (di akses pada 20/09/2021)
https://id.wikipedia.org/ (di akses pada 20/09/2021)
https://jalantikus.com/ (di akses pada 20/09/2021)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.